bagaimana shalat yg kusuk

Assalamualaikum wr wb.

Sebelumnya saya mohon maaf karena telah berani ikut masuk...
Dengan tidak mengurangi hormat saya pada Bp Bambang Nugroho, yang mungkin telah mengalami perjalanan spiritual yang sangat jauh dan dalam di dalam pencarian terhadap Allah.

Setiap perjalanan seseorang tentu ada awalnya, tetapi untuk perjalanan pencarian terhadap Allah, tanpa akhir ...

Maka, setiap pelajaranpun tentu ada tahapannya, dan mungkin berbeda untuk siapa pelajaran ini, dan untuk siapa pelajaran itu ... tanpa dia mesti mencela pelajaran yang lainnya, yang notabene, mungkin pelajaran itu telah dilewatinya, dan sudah bukan maqamnya lagi ("DALAM TANDA KUTIP DAN BERGARIS BAWAH,INI ADALAH POLA PIKIR SESEORANG YANG SOMBONG DENGAN DIRI DAN ILMUNYA")...Biarlah orang yang belum mengetahuinya, mengambil manfaat darinya,sebagai , (mungkin) awal perjalanannya. Setidaknya, mungkin dengan dia dapat memperoleh ketenangan dalam sholat, maka dia akan tergerak dan tergelitik untuk belajar dan bertanya lebih dalam lagi, dan mencari ... Nah, dalam tahap berikutnya, baru dapat diberikan tahapan pelajaran apa yang perlu ditempuhnya, misalnya, dengan mencari guru mursyid yang kamil ...

Dan saya pernah mengikuti pelatihan sholat khusyu',dengan trainer ustadz Sukanan (menurut beliau, beliau adalah murid Ustadz Abu Sangkan, kalau saya tidak salah dengar). Dan saat itu, saya pertama kali melihat wajah beliau, begitu "bersih", dan bawaan beliau begitu tenang dan menarik ....

Saya langsung berpikir, dan dengan keyakinan, beliau memperoleh semua yang didapatnya itu, tentu dengan suatu perjalanan panjang, dan dengan zikir. Sayapun jadi teringat, dua orang ustadz, pernah dipuji orang yang "peka",dikatakan bahwa ustadz itu begitu bersih dan bersinar wajahnya, dibandingkan hadirin dalam suatu majelis.Dan ustadz itu adalah 2 orang ustadz yang memang telah menjalani perjalanan panjang zikir bersama Guru Mursyidnya.

Maka saya dengna prasangka baik saya, menduga, ustadz Abu Sangkan dan murid beliau, (jajaran trainernya), insya Allah juga telah menjalani, dan sedang menjalani perjalanan, melalui zikir...dan bukan hanya sekedar management otak atau pikiran belaka..
Sedangkan bagi seseorang yang "peka", maka dia akan dapat merasakan, bahwa orang yang tidak melalui perjalanan batin dengna zikir yang benar, tetapi hanya melalui management otak dan pikiran, maka terasa orang itu biasanya cenderung begitu sombong dan meninggi, meski mungkin sangat halus hal ini, namun terasa dengan batin, bagi yang peka.

Namun mungkin beliau berbicara di depan umum, hanya sebatas hal yang dapat dipahami umum dan dapat diterima umum. Sedangkan mengenai pelajaran zikir lebih dalam, adalah lebih khusus lagi ...

Dengan tetap rasa hormat saya, sejujurnya, saya sangat tertarik dengan tulisan bapak.Karena saya setelah mengikuti training sholat khusyu', tertarik ingin belajar lebih dalam lagi,perjalanan apa lagi yang mesti kita lakukan lagi selanjutnya?
Dan saya masuk ruang ini, karena tertarik, merasa ada teman seperjalanan, dalam berjalan .... dan berharap mendapat ilmu lebih banyak lagi dan mendengar pengalaman2 teman seperjalanan.

Semoga Bapak tetap bersedia Share tentang ilmu maupun pengalaman yang bapak peroleh...Dan saya harap, di ruang ini, Ustadz Abu Sangkan ataupun yang lainnya, bersedia memenuhi apa yang saya harapkan, yaitu bersedia share tentang perjalanan yang telah dan sedang ditempuhnya, baik cara-cara, rutinitas yang dilakukannya, maupun pengalaman spiritualnya.

Dan saya mohon maaf bila saya banyak salah ataupun ada hal yang tidak berkenan...saya harap kita semua di sini dapat menjadi saudara yang saling cinta dan saling jaga dan berjalan bersama..saling berbagi.

Wassalamualaikum wr wb

Comments :

0 komentar to “bagaimana shalat yg kusuk”

Posting Komentar

 

Pengikut